NATIONAL NEWS
- 07 May 2013 Car and Watch Seized From Adult Model Over Beef Import Case
- 06 May 2013 Islamic Hard-Liners Attack Ahmadiyah Community for Koran Recital
- 01 May 2013 Aceh Political Candidates Fail Koran Test
- 29 April 2013 Fugitive Graft Convict Susno in Bandung
- 28 April 2013 Internal Affairs Probes West Java Police Over Susno Protection
- 27 April 2013 Education Minister Apologizes for the National Exam Fiasco
- 25 April 2013 Basuki Says He Did Not Order Halt to Elevated Road Project
SPORTS
- 02 March 2013 Prosecutor Seeks Six Months for Michiels
- 26 February 2013 Japan Launches Petition Site to Lobby for Wrestling
- 02 February 2013 Football: Beckham Signs for PSG, Donates Salary to Charity
- 31 January 2013 Football: Arsenal Rally Secures Liverpool Draw
- 30 January 2013 Myanmar Irks Rivals With SEA Games Picks
NEWS SPECIAL
Israel, Turkey reach draft agreement to end diplomatic rift
Damascus deaths to surpass 120 after alleged Israeli strike
'Iran staying clear of Israel's red line'
| Studi: Pelaku Aborsi Seringkali Alami Kekerasan |
| Written by news desk - inilah.com | |
Chicago - Studi terbaru mengungkapkan bahwa rata-rata pelaku aborsi mendapat kekerasan dari partner mereka. Benarkah? Seperti dikutip dari RawStory, para wanita yang menjadi pelaku aborsi tujuh kali lebih banyak mendapat laporan kekerasan seksual oleh rekan mereka, ketimbang korban kekerasan domestik lainnya, untuk ukuran rata-rata di wilayah Amerika Serikat, ungkap studi yang baru dipublikasikan. Di studi sebelumnya, ditemukan bahwa lima persen dari kejadian pemerkosaan yang berakhir di kehamilan pada wanita usia produktif, telah menyebabkan lebih dari 32.000 kehamilan di AS tiap tahunnya. Studi tersebut dilakukan oleh Guttmacher Institute; sebuah lembaga pemerhati hak aborsi dan kesehatan reproduktif non-profit. Guttmacher Institute sendiri mengatakan bahwa kemiskinan, PHK dan hubungan sosial, menyebabkan wanita lebih memilih untuk melakukan aborsi. Bagaimana menurut Anda. [ikh] |














YOUR COMMENT PLEASE