NATIONAL NEWS
- 07 May 2013 Car and Watch Seized From Adult Model Over Beef Import Case
- 06 May 2013 Islamic Hard-Liners Attack Ahmadiyah Community for Koran Recital
- 01 May 2013 Aceh Political Candidates Fail Koran Test
- 29 April 2013 Fugitive Graft Convict Susno in Bandung
- 28 April 2013 Internal Affairs Probes West Java Police Over Susno Protection
- 27 April 2013 Education Minister Apologizes for the National Exam Fiasco
- 25 April 2013 Basuki Says He Did Not Order Halt to Elevated Road Project
SPORTS
- 02 March 2013 Prosecutor Seeks Six Months for Michiels
- 26 February 2013 Japan Launches Petition Site to Lobby for Wrestling
- 02 February 2013 Football: Beckham Signs for PSG, Donates Salary to Charity
- 31 January 2013 Football: Arsenal Rally Secures Liverpool Draw
- 30 January 2013 Myanmar Irks Rivals With SEA Games Picks
NEWS SPECIAL
Israel, Turkey reach draft agreement to end diplomatic rift
Damascus deaths to surpass 120 after alleged Israeli strike
'Iran staying clear of Israel's red line'
| Ilmuwan Ungkap Pemicu Evolusi Manusia |
| Written by news desk - inilah.com | |
Dundee – Para peneliti mengaku menemukan penyebab pemicu jalur evolusioner yang pada akhirnya membuat manusia dan banyak hewan lain berevolusi. Menurut para ilmuwan, evolusi ini didorong ‘kesalahan’ genetik pada 500 juta tahun silam. Hal ini terjadi saat hewan tak bertulang belakang di laut mengalami peningkatan jumlah DNA dua kali lipat. Demikianseperti dikutipUPI. Hasil ini memiliki dua sisi, baik dan buruk.Baik karena peningkatan DNA mendorong komunikasi sel agar sel tubuh bisa lebih terintegrasi dengan informasi.Sedangkan buruknya karena kerusakan dalam komunikasi ini dapat menyebabkan diabetes, kanker dan kelainan syaraf. “Organisme yang bereproduksi secara seksual biasanya memiliki dua salinan keseluruhan genom yang diwarisi dari tiap orang tua. Yang terjadi 500 juta tahun silam adalah, proses ini ‘mengalami kesalahan’ di hewan tak bertulang belakang,” papar peneliti Carol MacKintosh. Entah bagaimana, hal ini membuat faktor yang diwarisi menjadi dua kali dari jumlah gen, lanjut profesor dari College of Life Sciences di University of Dundee. “Di generasi berikutnya, kesalahan terjadi lagi dan jumlah salinan berlipat ganda di tiap gen,” lanjutnya. Duplikasi ini tak stabil dan hilang dengan cepat, jauh sebelum manusia berevolusi, lanjutnya. Namun beberapa diantaranya selamat. [ikh] |














YOUR COMMENT PLEASE