NATIONAL NEWS
- 07 May 2013 Car and Watch Seized From Adult Model Over Beef Import Case
- 06 May 2013 Islamic Hard-Liners Attack Ahmadiyah Community for Koran Recital
- 01 May 2013 Aceh Political Candidates Fail Koran Test
- 29 April 2013 Fugitive Graft Convict Susno in Bandung
- 28 April 2013 Internal Affairs Probes West Java Police Over Susno Protection
- 27 April 2013 Education Minister Apologizes for the National Exam Fiasco
- 25 April 2013 Basuki Says He Did Not Order Halt to Elevated Road Project
SPORTS
- 02 March 2013 Prosecutor Seeks Six Months for Michiels
- 26 February 2013 Japan Launches Petition Site to Lobby for Wrestling
- 02 February 2013 Football: Beckham Signs for PSG, Donates Salary to Charity
- 31 January 2013 Football: Arsenal Rally Secures Liverpool Draw
- 30 January 2013 Myanmar Irks Rivals With SEA Games Picks
NEWS SPECIAL
Israel, Turkey reach draft agreement to end diplomatic rift
Damascus deaths to surpass 120 after alleged Israeli strike
'Iran staying clear of Israel's red line'
| Foto Bukan Lagi Identifikasi Dapat Diandalkan |
| Written by news desk - inilah.com | |
Glasgow - Menurut para peneliti Inggris, foto wajah kini tak selalu bisa menjadi bukti identitas seseorang dengan implikasi serius untuk akurasi foto paspor. Mengapa? Dilansir oleh UPI, gambar seseorang bisa tampak sangat berbeda dari satu foto dengan foto lainnya. Dalam hasil studi University of Glasgow, saat ditunjukkan beberapa foto yang diambil di internet, banyak orang yang mengaku melihat orang berbeda di mana sebenarnya hanya orang yang sama dengan presentasi yang berbeda. Partisipan yang merasa tak asing dengan subyek foto mengaku mudah mengidentifikasi orang tersebut dengan beberapa gambar. Para peneliti pun mengaku, ketidakasingan inilah yang menjadi kuncinya. Wajah dan foto wajah tak bisa dipertimbangkan sebagai wakil salah satu pihak. Hal ini dikarenakan ekspresi wajah bisa berbeda-beda dan dapat mengubah fitur wajah normal. “Variasi dalam foto individu ini memang membawa perbedaan. Hasil riset ini membuat kami mempertimbangkan lebih dalam soal arti ketidakasingan,” tutup peneliti Rob Jenkins dari universitas tersebut. [ikh] |














YOUR COMMENT PLEASE