NATIONAL NEWS
- 07 May 2013 Car and Watch Seized From Adult Model Over Beef Import Case
- 06 May 2013 Islamic Hard-Liners Attack Ahmadiyah Community for Koran Recital
- 01 May 2013 Aceh Political Candidates Fail Koran Test
- 29 April 2013 Fugitive Graft Convict Susno in Bandung
- 28 April 2013 Internal Affairs Probes West Java Police Over Susno Protection
- 27 April 2013 Education Minister Apologizes for the National Exam Fiasco
- 25 April 2013 Basuki Says He Did Not Order Halt to Elevated Road Project
SPORTS
- 02 March 2013 Prosecutor Seeks Six Months for Michiels
- 26 February 2013 Japan Launches Petition Site to Lobby for Wrestling
- 02 February 2013 Football: Beckham Signs for PSG, Donates Salary to Charity
- 31 January 2013 Football: Arsenal Rally Secures Liverpool Draw
- 30 January 2013 Myanmar Irks Rivals With SEA Games Picks
NEWS SPECIAL
Israel, Turkey reach draft agreement to end diplomatic rift
Damascus deaths to surpass 120 after alleged Israeli strike
'Iran staying clear of Israel's red line'
| 2050, Manusia Butuh Tiga Planet Baru |
| Written by News desk - inilah.com | |
Jenewa – Keberagaman ragam hayati di Bumi mulai mengalami penurunan tajam. Hal ini membuat manusia butuh planet baru untuk bisa mengatasi masalah ini. “Secara keseluruhan, ragam hayati di Bumi turun 28% sejak 1970. Parahnya, di negara dengan pendatan rendah hal ini makin parah yang penurunan mencapai 60%. Kekurangan sistem ala mini paling parah terjadi di negara ini,” kata dirjen WWF International Jim Leape. Laporan organisasi lingkungan ini memberi pandangan pada ragam hayati di Bumi serta jejak ekologi manusia serta tekanan yang muncul pada tanah dan air. Kita sudah menggunakan lebih dari 50% sumber daya di Bumi. Saat ini, kita seperti hidup dalam 1,5 planet, katanya. “Jika hal ini terus berlanjut, pada 2050 kita akan butuh tiga planet baru untuk mendukung pola konsumsi manusia yang tak berkelanjutan,” ungkapnya. Rata-rata, negara dengan pernghasilan tinggi memiliki jejak ekologi lima kali lebih banyak dibanding negara dengan penghasilan rendah seperti dikutip UPI. [mor] |














YOUR COMMENT PLEASE